SATU KATA YANG PANTAS AKU UCAPKAN ADALAH UCAPAN TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA.....!!! JANGAN LUPA KOMENT YA....!!!!!!

Jumat, 04 Juni 2010

perjuangan cinta

by : hans

Aku masih belum rela mengaku tewas, dalam cinta.

Namun, apakah rasa cinta dan kasih sayang itu, jikalau bukan sesuatu yang datang hanya dari Tuhan? Siapakah yang bisa mengatakan “aku mahu cinta” lalu mengharapkannya dari permainan dunia, wang ringgit, dan perasaan dan kepercayaan yang luntur? Apakah cinta suatu permainan, yang berunsur suka-suka? Atau suatu perjudian, yang bergantung pada nasib? Atau suatu komoditi yang boleh dijual beli, dengan harta dan hadiah?

Aku fikir tidak, sama sekali.

Bagiku, cinta itu suatu perjuangan. Perjuangan mengenal diri, dan mengenal orang yang dicintai, dan mengenal Tuhan, Punca Segala Cinta. Perjuangan untuk mempertahankan niat, tujuan, punca, dan sebab cinta. Perjuangan yang memperingati kemuncak cinta yang pada suatu ketika adalah tempat terjadinya kita, dengan kuasaNya, dari segumpal darah. Perjuangan yang memperingati detik lahirnya kita ke dunia, yang diiringi doa, harapan dan Cinta yang melimpah ruah. Cinta yang telah memberi kita kehidupan hingga sekarang, dan juga cinta yang akan terus mengalir hingga ke akhir hayat, hingga ke akhir zaman, dan hingga selama-lamanya. Cinta yang hakiki, yang tidak akan pernah mati.

Oleh itu, jahanamlah mereka yang memperolok-olokkan cinta. Dan jahanamlah juga mereka yang tidak menentang, atau sebaliknya memberi sokongan, secara langsung atau tidak langsung, kepada mereka-mereka yang memperolok-olokkan cinta. Demi Tuhan, aku akan menentang kesemuanya mereka dengan keras, dari segala arah.

Sebab, aku yakin, ini suatu perjuangan; bukan permainan.

contoh surat pendaftaran

MASA PENERIMAAN ANGGOTA BARU (MAPABA) Ke-II
RAYON AL-GAZALI FAKULTAS DAKWAH 2009/2010
PERGERAKAN MAHASISWA ISLAM INDONESIA (PMII)
(Indonesian Moslem Student Movement)
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) MATARAM
Mobile : 081 936 735 022

FORMULIR PENDAFTARAN

I. DATA PRIBADI

1. Nama Lengkap : ___________________________________________________
2. Tempat Tgl Lahir : ___________________________________________________
3. Jenis kelamin :
(Laki-laki) (Perempuan)
4. Alamat
a. Alamat Rumah : ___________________________________________________
___________________________________________________
b. Alamat Sekarang : ___________________________________________________
___________________________________________________
5. Telepon
Hand Phone : ___________________________________________________
Telepon Rumah : ___________________________________________________
Semester/Jurusan : ___________________________________________________
Sekolah Asal : ___________________________________________________

II. KOMENTAR

Alasan Bergabung Bersama PMII ___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________

MOTTO: __________________________________________________________________________
__________________________________________________________________________








T.T.D





(____________________) (¬_______________)
Pendaftar Penerima

NB:
 Uang pendaftaran sebesar Rp. 10.000,- (Sepuluh Ribu Rupiah).
 Hal-hal yang belum jelas dapat ditanyakan langsung kepada panitia MAPABA

Jadilah Dirimu, Imamilah Pikiranmu, Cerdaskanlah Sahabatmu
Tangan terkepal dan maju Kemuka

Kamis, 03 Juni 2010

Puisi WS Rendra

Kini kita saling berpandangan saudara.
Ragu-ragu apa pula,
kita memang pernah berjumpa.
Sambil berdiri di ambang pintu kereta api,
tergencet oleh penumpang berjubel,
Dari Yogya ke Jakarta,
aku melihat kamu tidur di kolong bangku,
dengan alas kertas koran,
sambil memeluk satu anakmu,
sementara istrimu meneteki bayinya,
terbaring di sebelahmu.
Pernah pula kita satu truk,
duduk di atas kobis-kobis berbau sampah,
sambil meremasi tetek tengkulak sayur,
dan lalu sama-sama kaget,
ketika truk tiba-tiba terhenti
kerna distop oleh polisi,
yang menarik pungutan tidak resmi.
Ya, saudara, kita sudah sering berjumpa,
kerna sama-sama anak jalan raya.
…………………............
Hidup macam apa ini !
Orang-orang dipindah kesana ke mari.
Bukan dari tujuan ke tujuan.
Tapi dari keadaan ke keadaan yang tanpa perubahan.
………….............
Kini kita bersandingan, saudara.
Kamu kenal bau bajuku.
Jangan kamu ragu-ragu,
kita memang pernah bertemu.
Waktu itu hujan rinai.
Aku menarik sehelai plastik dari tong sampah
tepat pada waktu kamu juga menariknya.
Kita saling berpandangan.
Kamu menggendong anak kecil di punggungmu.
Aku membuka mulut,
hendak berkata sesuatu……
Tak sempat !
Lebih dulu tinjumu melayang ke daguku…..
Dalam pandangan mata berkunang-kunang,
aku melihat kamu
membawa helaian plastik itu
ke satu gubuk karton.
Kamu lapiskan ke atap gubugmu,
dan lalu kamu masuk dengan anakmu…..
Sebungkus nasi yang dicuri,
itulah santapan.
Kolong kios buku di terminal
itulah peraduan.
Ya, saudara-saudara, kita sama-sama kenal ini,
karena kita anak jadah bangsa yang mulia.
…………..........
Hidup macam apa hidup ini.
Di taman yang gelap orang menjual badan,
agar mulutnya tersumpal makan.
Di hotel yang mewah istri guru menjual badan
agar pantatnya diganjal sedan.
……...........
Duabelas pasang payudara gemerlapan,
bertatahkan intan permata di sekitar putingnya.
Dan di bawah semuanya,
celana dalam sutera warna kesumba.
Ya, saudara,
Kita sama-sama tertawa mengenang ini semua.
Ragu-ragu apa pula
kita memang pernah berjumpa.
Kita telah menyaksikan,
betapa para pembesar
menjilati selangkang wanita,
sambil kepalanya diguyur anggur.
Ya, kita sama-sama germo,
yang menjahitkan jas di Singapura
mencat rambut di pangkuan bintang film,
main golf, main mahyong,
dan makan kepiting saus tiram di restoran terhormat.
…….....
Hidup dalam khayalan,
hidup dalam kenyataan……
tak ada bedanya.
Kerna khayalan dinyatakan,
dan kenyataan dikhayalkan,
di dalam peradaban fatamorgana.
……….
Ayo, jangan lagi sangsi,
kamu kenal suara batukku.
Kamu lihat lagi gayaku meludah di trotoar.
Ya, memang aku. Temanmu dulu.
Kita telah sama-sama mencuri mobil ayahmu
bergiliran meniduri gula-gulanya,
dan mengintip ibumu main serong
dengan ajudan ayahmu.
Kita telah sama-sama beli morphin dari guru kita.
Menenggak valium yang disediakan oleh dokter untuk ibumu,
dan akhirnya menggeletak di emper tiko,
di samping kere di Malioboro.
Kita alami semua ini,
kerna kita putra-putra dewa di dalam masyarakat kita.
…..
Hidup melayang-layang.
Selangit,
melayang-layang.
Kekuasaan mendukung kita serupa ganja…..
meninggi…. Ke awan……
Peraturan dan hukuman,
kitalah yang empunya.
Kita tulis dengan keringat di ketiak,
di atas sol sepatu kita.
Kitalah gelandangan kaya,
yang perlu meyakinkan diri
dengan pembunuhan.
…........
Saudara-saudara, kita sekarang berjabatan.
Kini kita bertemu lagi.
Ya, jangan kamu ragu-ragu,
kita memang pernah bertemu.
Bukankah tadi telah kamu kenal
betapa derap langkahku ?

Kita dulu pernah menyetop lalu lintas,
membakari mobil-mobil,
melambaikan poster-poster,
dan berderap maju, berdemonstrasi.
Kita telah sama-sama merancang strategi
di panti pijit dan restoran.
Dengan arloji emas,
secara teliti kita susun jadwal waktu.
Bergadang, berunding di larut kelam,
sambil mendekap hostess di kelab malam.
Kerna begitulah gaya pemuda harapan bangsa.

Politik adalah cara merampok dunia.
Politk adalah cara menggulingkan kekuasaan,
untuk menikmati giliran berkuasa.
Politik adalah tangga naiknya tingkat kehidupan.
dari becak ke taksi, dari taksi ke sedan pribadi
lalu ke mobil sport, lalu : helikopter !
Politik adalah festival dan pekan olah raga.
Politik adalah wadah kegiatan kesenian.
Dan bila ada orang banyak bacot,
kita cap ia sok pahlawan.
…..........................
Dimanakah kunang-kunag di malam hari ?
Dimanakah trompah kayu di muka pintu ?
Di hari-hari yang berat,
aku cari kacamataku,
dan tidak ketemu.
……............

Ya, inilah aku ini !
Jangan lagi sangsi !
Inilah bau ketiakku.
Inilah suara batukku.
Kamu telah menjamahku,
jangan lagi kamu ragau.

Kita telah sama-sama berdiri di sini,
melihat bianglala berubah menjadi lidah-lidah api,
gunung yang kelabu membara,
kapal terbang pribadi di antara mega-mega meneteskan air mani
di putar blue-film di dalamnya.
…………………

Kekayaan melimpah.
Kemiskinan melimpah.
Darah melimpah.
Ludah menyembur dan melimpah.
Waktu melanda dan melimpah.
Lalu muncullah banjir suara.
Suara-suara di kolong meja.
Suara-suara di dalam lacu.
Suara-suara di dalam pici.
Dan akhirnya
dunia terbakar oleh tatawarna,
Warna-warna nilon dan plastik.
Warna-warna seribu warna.
Tidak luntur semuanya.
Ya, kita telah sama-sama menjadi saksi
dari suatu kejadian,
yang kita tidak tahu apa-apa,
namun lahir dari perbuatan kita.


Yogyakarta, 21 Juni 1977
Potret Pembangunan dalam Puisi

Selasa, 01 Juni 2010

Rintihan Hati

Aku merasakan getaran cinta
aku merasakan sesuatu yang berbeda
seuatu yang tak bisa aku pahami
ketika aku melihat keindahan cahaya yang menyapa relung hati
ketika aku merasakan bayanganmu yang datang menghampiriku

aku tak tau harus bagaimana
dan akupun tak bisa berbuat apa-apa
hanya diam dan berharap
bayangan itu betul-betul apa yang aku harapkan

hari demi hari cahaya cinta semakin menyinari
sampai aku tak mampu untuk melihat
sayap-sayapku seakan-akan tak mampu aku gerakkan
sekujur tubuh ku gemetaran dan tak bisa untuk bergerak
bagaikan sihir yang meyapaku

kebahagiaan ku kini telah muncul
harapan-harapan ku kini telah aku dapatkan
tinggal aku genggam dan takkan aku lepaskan untuk selamanya
selamanya dan selamanya

namu aku tidak menyadari bahwa itu semua terasa aneh
seolah-olah peristiwa yang tak bisa diselesaikan
namun itu aku biarkan berjalan sesuai kehendak Tuhan
karena Tuhanlah yang menentukan segalanya

aku hanya bisa berharap
aku hanya bisa memandang
aku hanya bisa merangkai kata-kata
untuk ku persembahkan hanya untuknya
demi sebuah kebahagiaan yang abadi nantinya

namun harapan itu semakin jauh
terbang melayang sedikit demi sedikit
cahaya cinta itupun semakin redup
seperti lilin yang habis dengan sendirinya

Minggu, 30 Mei 2010

Do'a SujudQ

Ya Allah
Aku bersyukur pada-Mu
Bersyukur atas nikmat yang Kau berikan padaku
Kau pelihara diriku, imanku dan agamaku
Ketika diriku sedang leka dengan dosa pada-Mu
Ketika diriku leka dengan keindahan yang sementara itu

Ya Allah
Aku hanyalah hamba-Mu
Hamba yang senantiasa menzalimi diri
Hamba yang kufur pada nikmat-Mu
Hamba yang mengikut hawa nafsu

Ya Allah
Aku mohon pada-Mu
Kembalikanlah kemanisan iman dalam diriku
Kemanisan yang pernah Kau berikan padaku
Kemanisan yang telah Engkau ambil dariku
Atas kejahilanku yang berulang kali kulakukan

Ya Allah
Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang
Lindungilah aku, payungilah aku dengan sayap para malaikat-Mu
Peliharalah pandanganku Ya Allah
Peliharalah hatiku Ya Rabbi
Peliharalah diriku Ya Rahim

Ya Allah
Penuhilah hatiku dengan cinta dan rindu
Cinta dan rindu pada-Mu dan Rasul-Mu
Cinta dan rindu pada bisikan kalam-Mu
Cinta dan rindu pada kematian

Ya Allah
Andai aku ditakdirkan mati
Matikanlah aku dalam iman
Matikanlah aku dalam Islam
Matikanlah aku ketika aku bersujud pada-Mu
Dan matikanlah aku di dalam rumah-Mu

Ya Allah
Terimalah taubatku ini
Kerana aku
Aku takut dengan azab-Mu
Aku takut dengan panasnya api neraka-Mu
Mana mungkin dapat aku menahan sakitnya azab-Mu
Aku takut Ya Allah

Mau Berlangganan Artikel

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

RAYON AL GHAZALI MASA BHAKTI 2009-2010 © 2008 Por *Templates para Você*